Sejumlahangkot lebih memilih mengetem di pinggir jalan depan terminal bahkan dekat lapangan Alun-alun Kecamatan Cililin. Padahal, ada sejumlah trayek angkutan umum yang melintasi Cililin, di antaranya Soreang-Cililin, Bunijaya-Ciroyom, Cipongkor-Cililin, Sindangkerta-Leuwipanjang, dan Ciroyom-Cijenuk. Namun, hanya 1-2 trayek saja yang singgah BusTrans Metro Pasundan (TMP) koridor 2 rute Alun-alun Bandung-Kota Baru Parahyangan sudah mulai beroperasi CILILIN– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat mengalokasikan anggaran pembangunan Alun-Alun Cililin sebesar Rp25 miliar.Rencananya, pembangunan tersebut dimulai pada Februari 2022 mendatang. Plt Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan mengatakan, rencananya pembangunan tersebut akan dilaksanakan pada bulan Februari 2022 40pedagang siap ramaikan Festival Baso Aci di alun-alun Garut. Selasa, 28 Juni 2022 19:38 Seorang anak sopir angkutan kota (angkot) di Bandung, yang bernama Andi Sonjaya, lulus menjadi anggota polisi setelah menempuh pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Barat dengan nilai tertinggi. Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan Geng copet alun-alun Bandung yang sempat viral di media sosial, dan meresahkan masyarakat sedang diburu oleh Polisi. Polisi mengaku, bahwa geng copet alun-alun itu sudah diketahui identitasnya masing-masing pelaku. Kapolsek Regol Kompol Aulia Djabar mengatakan, saat ini pihaknya sedang menelusuri dan menyelidiki kasus tersebut. Bagiwisatawan yang berkunjung ke Alun-alun Surabaya, juga diwajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat dan scan barcode PeduliLindungi. Tangis Bahagia Sopir Angkot di Bandung saat Anaknya Jadi Lulusan Terbaik SPN Polda Jabar. Dibaca 6.235 kali. 3. Akhir Pelarian Anak Kiai di Jombang, 6 Bulan Buron, Kini MSA Mendekam di Setelahitu, pastikan pula bahwa lokasi rumah kontrakan Anda memiliki akses jalan keluar masuk yang cukup baik, dekat dengan fasilitas umum hingga mudah diakses dari arah mana saja. Berikut ada beberapa lokasi strategis rekomendasi Mamikos yang bisa Anda pertimbangkan sebagai lokasi kontrakan rumah petak di Bandung pilihan Anda. 1. Cihampelas. Rumah123memiliki 4 foto rumah yang dijual dengan harga Rp 452 Juta di Cimahi, Bandung. Properti dipasang oleh Deni juandi. Spesial promo awal tahun cash keras harga terjangkau perumahn dekat alun alun cimahi | Rumah123.com Lihatdetail, foto dan peta dari listing properti 20356409 - dijual - RUMAH MURAH 300 JUTAAN DEKAT ALUN-ALUN CIPARAY - Ciparay, Ciparay, Bandung, Jawa Barat, 2 Kamar Tidur, 40 m², Rp 385 jt. (Jalur Angkot) ±125 Meter ke Pasar Ciparay ±150 Meter ke Mesjid Agung Ciparay ±200 Meter ke Terminal Ciparay - Bandung REPUBLIKACO.ID, BANDUNG -- Aksi supir angkot Cimahi- St Hall mengadang Bus Trans Metro Pasundan koridor 2D Alun-Alun Bandung- Kota Baru Parahyangan terjadi di Halte Rajawali Barat, Jalan Rajawali Kota Bandung. Peristiwa itu terekam video, diunggah Selasa (19/4/2022) kemarin oleh akun transportforbandung dan viral di media sosial. DJQxj0. Bandung - Jalan berlubang masih ditemukan di beberapa titik di Kota Bandung. Salah satunya lubang di Jalan detikJabar, Kamis 8/6/2023 sore, meski diameternya tidak besar lubang di jalan itu cukup dalam. Ada sejumlah lubang yang dikeluhkan pengendara di jalan dihitung dari ujung Jalan Tamansari menuju ke Jalan Siliwangi, lebih dari lima lubang di jalan itu. Salah satu pengendara Yudistira mengatakan, salah satu lubang di jalan tersebut membuat keram perut."Dalam itu lubang, buat pengendara motor kerasa banget sampe ke ulu hati," kaya juga mengeluhkan, di malam hari Jalan Tamansari ini gelap. "Kalau malam gelap jalan ini, penerangan cuman dari kendaraan aja," ujarnya."Tapi meski pakai lampu, tetap kalau malam gak kelihatan lubangnya," tersebut diamini pengendara lainnya. Kurnia mengatakan, penerangan di jalan itu buruk."Gelap kalau malam, apalagi disini potongan rimbun. Harus jadi perhatian pemerintah ini," ujar Kurnia. Simak Video "Penampakan Jalan Rusak di Kudus, Berlubang Hingga Ada Truk Terguling" [GambasVideo 20detik] wip/dir ANGKOT lewat Asia Afrika tidak terlalu banyak. Angkot-angkot tersebut tidak melawati jalan ini sejak di persimpangan lima. Angkot lewat Asia Afrika yang secara utuh hanya Angkot Cicaheum – Cileunyi. Itupun hanya bisa pada malam hari. Angkot Cicaheum – Cileunyi meneruskan perjalanan dari Terminal Cicaheum ke Jalan Ahmad Yani, Cicadas A. Yani, Jalan Jakarta. Kemudian ke Kosambi A. Yani, Jalan Asia Afrika, – Alun-Alun Asia Afrika, Jalan Sudirman dan berakhir di Cibeureum. Angkot Abdul Muis-Elang, angkot lewat Asia Afrika. Namun hanya di kawasan alun-alin saja. Mengawali perjalanan dari Terminal Kebon Kapalapa, kemudian Jalan Dewi Sartika dan Alun-Alun. Dari Alun-alun ini berbelok ke Jalan Banceuy, kemudian ke Jalan Suniaraja, Jalan Otista, dan Jalan Stasiun Timur. Dari Viaduct, ankot berbelok ke Jalan Kebon Jukut, Jalan Kebon Kawung, Stasiun Bandung Kebon Kawung, Jalan Pasir Kaliki, Jalan Pajajaran. Setelah dari Jalan Pajajaran berbelok ke Jalan Abdul Rahman Saleh, Jalan Garuda, Jalan Dadali, Jalan Kasuari, Jalan Rajawali Barat, berkahir di Elang. Angkot Stasiun Hall – Gede Bage termasuk angkot lewat Asia Afrika. Dari Stasiun Hall angkot ini menuju Jalan Dulatip, kemudian ke Pasara Baru, Jalan Otto Iskandardinata Otista. Setelah itu melewati Jalan Kepatihan, Jalan Dewi Sartika, Jalan Dalem Kaum, Alun-alun Asia Afrika. Dari Alun-alun, angkot berbelo ke Jalan Banceuy, Jalan ABC, Jalan Naripan, Jalan Sunda, Jalan Veteran, dan Jalan Ahmad Yani. Di simpang lima berbelok ke Jl. Gatot Subroto, Jl. Burangrang, Jl. Halimun, Jl. Malabar, Jl. Talaga Bodas. Dari Talaga Bodas berbelok ke Jl. Pelajar Pejuang, Jl. Martanegara, Jl. Reog, Jl. Karawitan, Jl. Kliningan, Jl. Buah Batu. Kemudian ke Jl. Sukarno-Hatta menunju Pasar Induk Gedebage. Stasiun Hall – Gede Bage–>TERMINAL STASIUN HALL – Jl. Dulatip – PASAR BARU – Jl. Otto Iskandardinata Otista – Jl. Kepatihan – Jl. Dewi Sartika – Jl. Dalem Kaum – ALUN-ALUN BANDUNG – Jl. Banceuy – Jl. ABC – Jl. Naripan – Jl. Sunda – Jl. Veteran – Jl. Ahmad Yani – PASAR KOSAMBI – Jl. Gatot Subroto – Jl. Burangrang – Jl. Halimun – Jl. Malabar – Jl. Talaga Bodas – Jl. Pelajar Pejuang – Jl. Martanegara – Jl. Reog – Jl. Karawitan – Jl. Kliningan – Jl. Buah Batu – ISBI dulu STSI – Jl. Sukarno-Hatta – STISI TELKOM – SAMSAT Soekarno Hatta – UNINUS – Margahayu Raya – Metro – Riung Bandung – PASAR INDUK GEDEBAGE Elang – Cicadas Elang – Kebon Kelapa<–Terminal Kebon Kelapa – Jl. Dewi Sartika – Alun-Alun – Jl. Banceuy – Jl. Suniaraja – Jl. Otista – Jl. Stasiun Timur – Viaduct – Jl. Kebon Jukut – Jl. Kebon Kawung – Stasiun Bandung Kebon Kawung – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Pajajaran – Jl. Abdul Rahman Saleh – Jl. Garuda – Jl. Dadali – Jl. Kasuari – Jl. Rajawali Barat – Elang Angkot Cicaheum – CileunyiRute malam hari setelah Terminal Cicaheum diteruskan ke Jl. Ahmad Yani – Cicadas A. Yani – Jl. Jakarta – Kosambi A. Yani – Jl. Asia Afrika – Alun-Alun Asia Afrika – Jl. Sudirman – Cibeureum Alun-Alun Bandung Harga Tiket Masuk Gratis. Jam Buka 24 Jam. Nomor Telepon -. Alamat / Lokasi Jl. Asia Afrika, Balonggede, Regol, Bandung, Jawa Barat, Indonesia, 40251. Bandung bisa dikatakan lengkap dalam penyediaan tempat wisata. Baik yang mewah dan mahal sampai yang terjangkau bahkan gratis. Salah satu tempat wisata yang tidak menguras kantong adalah Alun-Alun Bandung. Sejak proses revitalisasi menjadi alun-alun bergaya modern dan menarik, objek wisata di pusat kota itu jadi salah satu ikon kebanggaan warga Kota Bandung. Alun-Alun Bandung jadi tujuan yang tepat bagi pelancong untuk menikmati suasana Kota Bandung secara cuma-cuma. Baca 49 Tempat Wisata Di Bandung Terlengkap Tiket Masuk Alun-alun Bandung Alun-Alun Bandung bisa terbuka untuk siapa saja tanpa perlu membayar tiket masuk. Terdapat biaya parkir bagi pengunjung yang memarkirkan kendaraan pribadinya di area parkir bawah tanah. Harga Tiket Masuk Tiket Masuk Gratis Baca JALAN BRAGA Bandung 4 Aktivitas Menarik Jam Operasional Alun-Alun Bandung terbuka untuk umum setiap hari selama 24 jam. Tempat ini paling ramai pada masa liburan, malam Minggu, dan akhir pekan. Datanglah pada pagi atau sore hari agar cuaca tidak terlalu panas untuk bersantai di lapangan. Jam Buka Setiap hari 24 jam Suasana Alun-Alun Bandung di malam hari – Foto Google Maps/Fenta Fijayanto Alun-Alun Bandung memiliki sejarah yang cukup panjang. Plasa di jantung kota ini sudah berdiri sejak tahun 1811. Bersamaan dengan pengembangan kota di bawah kepemimpinan Bupati Wiranatakusumah II, sang pendiri Kota Bandung. Hingga tahun 2014, areanya masih berwujud taman luas yang memiliki air mancur sebagai salah satu simbol Bandung. Sejak Ridwan Kamil menjadi wali kota, Alun-Alun Bandung mengalami renovasi besar-besaran. Wujud taman dengan pot-pot besar berisi tanaman hias telah hilang dan berganti dengan lapangan rumput sintetis yang luas. Dengan rupa lebih modern, tempat ini sekarang jadi salah satu magnet bagi wisatawan. Selain lapangan rumput, di sekitar alun-alun juga terdapat banyak spot yang menarik. Baca D’Dieuland Bandung Tiket Masuk & Aktivitas Lapangan Rumput Sintetis Area lapangan hijau dengan rumput sintetis sebagai ruang terbuka – Foto Google Maps/NOFRI Adi Tempat yang utama dan selalu menarik perhatian wisatawan adalah wujud Alun-Alun Bandung yang berupa lapangan hijau luas. Lahan seluas meter persegi tersebut berlapis rumput sintetis dengan motif geometris. Sangat cantik apalagi jika terlihat dari atas. Meski berbeda bentuk, namun fungsinya tetap sama menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk berkumpul dan bersantai. Rumput sintetis sengaja digunakan karena mempertimbangkan ketahanannya. Oleh karena itu, siapa pun yang ingin menginjaknya harus melepas alas kaki. Dengan begitu, pengunjung bisa lebih nyaman dan leluasa untuk menikmati waktu santai atau rekreasinya di sini. Baca Forest Walk Babakan Tiket Masuk & Aktivitas Di sisi utara, terdapat area bermain anak lengkap dengan wahana permainan edukatif. Sementara itu, di sisi selatan berdiri taman dengan bangku-bangku. Seluruh pengunjung boleh menikmati Alun-Alun Bandung sesuai keinginannya—santai, diskusi, bermain, berfoto, atau piknik. Namun, tetap selalu mematuhi aturan untuk menjaga kebersihan dan sarana-prasarana yang ada. Masjid Raya Bandung Masjid Raya Bandung dulunya bernama Masjid Agung Bandung – Foto Google Maps/Rizky Madey Baca Taman Hutan Raya Djuanda Tiket Masuk & Aktivitas Lapangan rumput alun-alun berada tepat di depan halaman Masjid Raya Bandung. Masjid ini memiliki usia yang sama dengan alun-alun. Dengan ciri khas berupa kubah berwarna emas dan dua menara menjulang di sisi kanan dan kiri. Masjid yang awalnya bernama Masjid Agung Bandung ini juga tidak kalah menarik untuk dikunjungi. Pemandangan dari puncak menara Masjid Raya Bandung – Foto Google Maps/Ridha Mustika Baca Taman Lalu Lintas Bandung Tiket Masuk & Aktivitas Selain sebagai tempat ibadah umat muslim, Masjid Raya Bandung merupakan tempat wisata. Wisatawan bisa naik ke puncak kedua menara yang mengapit bangunan utamanya. Dengan membayar tiket yang cukup murah, pengunjung akan dibawa menggunakan lift hingga ke atas. Pemandangan alun-alun dari atas serta panorama Kota Bandung akan jadi memori yang mengesankan. Perlu dicatat, pengunjung tidak bisa naik ke puncak menara pada pagi hari dan malam hari. Jumlah pengunjung pun terbatas agar tidak membebani lift. Selain itu, menara ini juga tutup pada waktu salat Jumat. Baca Museum Asia Afrika Tiket Masuk & Atraksi Memori Asia-Afrika Monumen Asia-Afrika di pertigaan Alun-Alun – Foto Google Maps/faridah fang Bandung adalah ibukota bagi Asia-Afrika. Kota ini pernah menjadi saksi sejarah yang penting bagi Indonesia, terutama di bidang politik luar negeri. Pada 18 – 24 April 1955, Bandung menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika. Dari konferensi ini, lahir Dasasila Bandung yang berarti bagi bangsa dari negara-negara terjajah di dunia, khususnya di kedua benua Untuk mengenang semangat tersebut, dibangun monumen dan museum Konperensi Asia-Afrika. Wisatawan bisa menemukan Museum KAA yang berada tak jauh dari Alun-Alun Bandung. Museum ini memamerkan koleksi benda dan foto yang terkait dengan acara bersejarah tersebut. Museum KAA juga aktif menyelenggarakan aktivitas literasi dan budaya yang bisa diikuti kalangan umum. Interior Museum Konperensi Asia-Afrika – Foto Google Maps/Amanda Ratih Di pertigaan Jalan Alun-Alun Timur dan Jalan Asia Afrika, terdapat sebuah monumen berbentuk bola dunia. Dengan warna hitam yang mentereng, monumen ini berhias nama-nama negara anggota Konferensi Asia-Afrika. Monumen tersebut menjadi salah satu lokasi foto favorit wisatawan. Baca Museum Asia Afrika Tiket Masuk & Atraksi Spot Foto Sekitar Alun-Alun Gedung Merdeka, salah satu gedung lama bersejarah – Foto Google Maps/Rusdi Sanad Baca Kebun Binatang Bandung Tiket Masuk & Atraksi Sebagai destinasi incaran wisatawan, Alun-Alun Bandung dan sekitarnya semakin berbenah dan mempercantik diri. Kawasan yang paling ramai oleh para pemburu swafoto adalah sepanjang Jalan Asia-Afrika. Di jalan ini, berdiri bangunan-bangunan lama yang masih mempertahankan gaya arsitektur kolonial. Mulai dari Museum KAA, Gedung Merdeka, hingga jembatan penyeberangan. Jembatan penyeberangan ini penuh kutipan dari Pidi Baiq dan M. A. W. Brouwer. Jembatan ini termasuk salah satu ikon Bandung yang populer dan sering wara-wiri di media sosial sebagai lokasi foto artistik. Bagian dalam jembatan penyeberangan dengan dekorasi kutipan dari Pidi Baiq – Foto Google Maps/Herdiyanto Hideki Di trotoar Jalan Asia-Afrika dan Jalan Alun-Alun Timur pun tidak luput dari dekorasi. Beberapa meter mendekati alun-alun, terpajang di dinding dengan desain grafis menarik. Desainnya berganti secara berkala sehingga tidak akan membuat mata bosan. Banyak juga para “cosplayer” dengan kostum unik yang bersedia untuk ikut berfoto kapan pun. Jalan Dalem Kaum Pusat perbelanjaan Jalan Dalem Kaum yang selalu ramai – Foto Google Maps/Dis No Baca 70+ Tempat Wisata Di Bandung Paling Menarik Di sisi selatan Alun-Alun Bandung, terdapat Jalan Dalem Kaum yang terkenal sebagai pusat perbelanjaan. Di jalan ini, wisatawan bisa menemukan pertokoan hingga barisan pedagang kaki lima yang menjajakan berbagai barang. Pakaian, makanan, buah tangan, semua bisa didapatkan di sini dengan harga bervariasi. Di jalan ini juga terdapat rumah dinas wali kota serta pendopo kota. Wisatawan bisa rehat sejenak di taman sekitar pendopo yang asri. Sempatkan juga untuk bertandang ke makam Bupati Wiranatakusumah II yang berada di belakang Masjid Raya Bandung. Lokasinya bisa dicapai melalui gang di samping Toko Dunia Sepatu di Jalan Dalem Kaum. Bus Bandros siap mengantar wisatawan berkeliling Bandung – Foto Google Maps/Siti Nurfitri Aini Di seberang pendopo, tepat di samping taman alun-alun, terdapat halte Bus Bandros. Bus terbuka bertajuk “Bandung Tour on Bus” ini akan membawa wisatawan berkeliling ke beberapa objek wisata di Bandung. Rutenya yaitu Alun-Alun Bandung, Cibaduyut, Leuwi Panjang, Museum Sri Baduga, Alun-Alun Regol, dan daerah Buah Batu. Bus Bandros merupakan pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin mengelilingi Bandung dengan menghemat waktu, tenaga, dan tentu saja biaya. Fasilitas Alun-Alun Bandung Alun-Alun Bandung menyediakan fasilitas area parkir bawah tanah, toilet, dan kantin. Arena bermain anak dan taman masing-masing berada di sisi utara dan selatan alun-alun. Lokasi Alun-Alun Bandung Objek wisata Alun-Alun Bandung terletak di pusat Kota Bandung, diapit oleh Jalan Asia-Afrika dan Jalan Dalem Kaum. Lokasinya bisa dicapai dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Pilihan Transportasi umum di antaranya yaitu angkot Stasiun Hall – Gede Bage, Kebon Kelapa – Buah Batu, Elang – Cicadas, dan Kebon Kelapa – Elang. Mayoritas bus DAMRI juga berakhir di halte Alun-Alun Bandung.