Alatukur listrik merupakan kendaraan yang dimanfaatkan untuk mendapati besaran elektrik, seperti larangan, arus elektrik dan selalu beda terpendam listrik. Lazimnya terdapat perut macam kendaraan ukur buat listrik, yakni analog serta juga digital. Jenis serupa biasanya pemakai harus membaca sendiri patokan yang ditunjukkan oleh tusuk, sementara buat yang digital akan muncul secara otomatis. Menerapkanalat ukur elektronik serta fungsinya Menerapkan alat ukur hidrolik serta fungsinya Menerapkan alat ukur pneumatik serta fungsinya Menganalisis berbagai jenis jacking, blocking, dan lifting Menerapkan cara pengangkatan benda kerja Menganalisis berbagai bearing, seal, gasket, dan hoses Memahami treaded, fastener, sealant, dan adhesive Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan NamaSekolah : SMKN 1 Tambun Utara. Bidang Keahlian : Teknologi dan Rekayasa. Program Keahlian : Teknik Otomotif. Kompetensi Keahlian : Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (C2) Mata Pelajaran : Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif. Kelas / Semester : X / I. Tahun Pelajaran : 2020-2021. Jam Pelajaran : 5 JP (@ 45 Menit) Kompetensi Dasar : Menerapkan alat DaftarIsi [ hide] 1 Pengertian Alat Ukur Elektrik. 2 Jenis Alat Ukur Elektrik. 2.1 Voltmeter - Pengukur Tegangan. 2.2 Ampere Meter - Pengukur Arus. 2.3 Frekuensi Meter - Pencatat Frekuensi. 2.4 Multimeter - Tegangan Listrik, Resistansi, Arus Listrik. 2.5 Watt Meter - Penghitung Daya. 2.6 Ohm Meter - Penilai Hambatan. BeberapaAlat Ukur Pneumatik di Bengkel Auto2000. Beberapa bengkel mobil, termasuk Auto2000, juga memiliki alat ukur pneumatik yang berguna untuk mengecek tekanan udara dalam komponen mobil. Ternyata, alat ukur pneumatik untuk otomotif tidak hanya satu, melainkan terdiri dari beberapa komponen yang berbeda dengan fungsinya masing-masing. AlatUkur Elektrik Otomotif - Dalam dunia otomotif, ada dua jenis alat ukur yang kita tahu yaitu alat ukur mekanik dan alat ukur elektrik. Alat ukur otomotif yang menggunakan elektronik memang sangat diperlukan di era digital seperti sekarang ini. Ada banyak macam alat ukur elektrik sesuai fungsi dan kegunaanya, untuk itu dikesempatan kali ini Spbukita [] RPPMenerapkan alat ukur mekanik serta fungsinya; RPP Menerapkan alat ukur elektrik serta fungsinya; RPP Menerapkan alat ukur elektronik serta fungsinya; RPP Menerapkan alat ukur hidrolik serta fungsinya; RPP Menerapkan alat ukur pneumatik serta fungsinya; RPP Menganalisis berbagai jenis jacking, blocking dan lifting; RPP Menerapkan cara KD3.6 Menerapkan alat ukur elektrik serta fungsinya 3.6.1 Menerangkan macam macam alat ukur elektrik 3.6.2 Menerapkan jenis-jenis alat ukur elektrik KD 4.6 Menggunakan alal-alat ukur elektrik 4.6.1 Mengikuti penggunaan macam-macam alat ukur elektrik berdasarkan contoh 4.6.2 Mendemontrasikan macam-macam alat ukur elektrik berdasarkan tugas KD3.6.1 Alat Ukur Elektrik Disukai Diunduh 25 Dilihat 116. daring. Penulis: BEKTI WIDODO : Diterbitkan: 26 September 2020 11:33 Melalui pembelajaran Discovery Learning siswa mampu menganalisis alat ukur elektrik serta fungsinya dengan mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, berkolaborasi, berkreasi (4C) serta memiliki sikap ο»ΏCaramenggunakan feeler gauge atau thickness gauge Menerapkan alat ukur elektrik serta fungsinya; Lazimnya Terdapat Perut Macam Kendaraan Ukur Buat Listrik, Yakni Analog Serta Juga Digital. Menerapkan alat ukur pneumatik serta fungsinya. Alat ukur mekanik ini pada umumnya diunakan untuk mengukur panjang, lebar, kedalaman, diameter luar dan Jt6U. Alat Ukur Elektrik - Alat ukur elektrik adalah salah satu alat ukur yang digunakan dalam proses perawatan dan perbaikan kendaraan. Alat ukur elektrik adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur besaran besaran listrik yaitu arus, voltase, dan hambatan. Besaran listrik ini banyak digunakan pada rangkaian kelistrikan kendaraan. Alat ukur elektrik sangat berperan untuk mengetahui kerja dari rangkaian kelistrikan yang digunakan pada kendaraan. Dalam penggunaannya terdapat berbagai macam alat ukur elektrik. Hal ini dikarenakan terdapat berbagai besaran listrik yang harus dicek ketika proses perbaikan dan perawatan rangkaian kelistrikan kendaraan. Alat ukur elektrik juga mengalami berbagai perkembangan yang memunculkan berbagai alat ukur yang lebih praktis dan efisien. Alat ukur elektrik secara umum dibagi menjadi dua jenis. Jenis alat ukur elektrik ini yaitu alat ukur analog dan alat ukur digital. Alat ukur elektrik analog adalah alat ukur elektrik yang masih bersifat mekanis atau menggunakan jarum. Alat ukur digital adalah alat ukur yang sudah bekerja secara digital serta menggunakan layar untuk menampilkan hasil pengukuran. Mengingat banyak penggunaan pada bidang otomotif, maka alat ukur elektrik memiliki peranan yang sangat penting. Untuk lebih jelasnya mengenai alat ukur elektrik baik pengertian, macam, dan fungsinya akan dibahas pada artikel berikut ini. Pengertian Alat Ukur Elektrik Pengertian alat ukur elektrik adalah alat ukur yang berfungsi untuk mengukur besaran listrik yaitu arus I, voltase V, dan hambatan R. Besaran listrik ini digunakan untuk pemeriksaan dan perawatan rangkaian kelistrikan kendaraan. Macam-Macam Alat Ukur Elektrik Dan Fungsinya Terdapat beberapa jenis alat ukur elektrik yang banyak digunakan pada pemeriksaan dan perawatan kendaraan. Untuk lebih jelasnya berikut merupakan pembahasan mengenai macam alat ukur elektrik dan fungsinya. 1. Amperemeter Amperemeter adalah salah satu alat ukur elektrik yang digunakan untuk mengukur kuat arus baik direct current maupun alternating current. Amperemeter biasanya terdiri dari beberapa ukuran tergantung arus yang akan diukur. Amperemeter dipasang secara seri atau berderet dengan rangkaian yang akan diukur. Setelah itu hasil dapat dibaca pada angka yang ditunjuk jarum. 2. Ohmmeter Ohmmeter adalah salah satu alat ukur elektrik yang digunakan untuk mengukur besarnya hambatan pada suatu rangkaian. Hambatan merupakan besaran yang menahan arus listrik untuk mengalir. Hambatan disimbolkan dengan huruf R atau resistance. Alat ini terdapat galvanometer yang mengukur arus yang mengalir pada suatu hambatan kemudian dikalibrasikan ke ohm. Cara menggunakan ohmmeter sangat mudah yaitu memutuskan hubungan pada rangkaian arus listrik ke semua sumber tegangan untuk mencegah kerusakan pada alat ukur. Pastikan ohmmeter sudah dalam keadaan kalibrasi atau telah diset nol. Kemudian ukurlah tahanan dengan menyentuhkan probe ke satu ujung rangkaian dan probe lain ke ujung lainnya. Hasil pengukuran dapat dilihat pada jarum penunjuk. 3. Voltmeter Voltmeter adalah salah satu alat ukur elektrik yang digunakan untuk mengukur tegangan yang mengalir pada suatu rangkaian. Voltmeter dirangkai atau disusun secara paralel pada suatu rangkaian kelistrikan. Alat ini terdiri dari 3 lempengan yang mana dua lempengan luar merupakan Anoda dan lempengan tengah sebagai katoda. Lempengan ini dipasang pada sebuah bakelite dan dibungkus dengan tabung kaca atau plastik. Cara menggunakan yaitu dengan merangkai voltmeter pada rangkaian kelistrikan secara paralel, kemudian pastikan rangkaian terhubung dengan sumber. Hasil dapat dibaca pada jarum penunjuk. 4. Wattmeter Wattmeter adalah salah satu alat ukur elektrik yang digunakan untuk mengukur daya atau power yang ada pada suatu rangkaian. Daya merupakan perkalian antara voltase x arus. Daya ini digunakan untuk mensuplai arus listrik terhadap beban kelistrikan kendaraan. Apabila daya lebih rendah tentunya akan mengakibatkan berbagai permasalahan pada rangkaian kelistrikan kendaraan. 5. Multimeter Multimeter adalah salah satu alat ukur elektrik yang dapat mengukur tahanan, tegangan, arus, kapasitas, dan lain sebagainya. Hal ini sesuai dengan namanya yaitu multi yang berarti banyak atau bermacam-macam. Dalam penggunaannya terdapat dua multimeter yaitu analog dan digital. Multimeter memiliki seletor pada bagian tengah untuk memilih apa yang akan diukur kemudian hasil dapat dibaca pada jarum penunjuk sesuai dengan skala pengukuran yang dipilih. Alat ukur elektrik diatas merupakan alat ukur yang sering digunakan dalam proses perbaikan atau service kendaraan. Terdapat berbagai macam alat ukur elektrik yang memiliki penggunaan yang berbeda-beda. Untuk lebih jelas mengenai jenis alat ukur elektrik sudah dijelaskan diatas. 0% found this document useful 0 votes0 views16 pagesOriginal Menerapkan alat ukur elektrik serta Β© All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes0 views16 Menerapkan Alat Ukur Elektrik Serta Title Menerapkan alat ukur elektrik serta to Page You are on page 1of 16 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 14 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Keberadaan alat ukur elektrik sangat penting lantaran memberikan kemudahan kepada seseorang dalam menjalani pekerjaan. Khususnya, yang berkaitan dengan urusan kelistrikan. Semisal untuk pengukuran tegangan, frekuensi, arus dan lainnya. Perangkat semacam ini sangat kompleks, lantaran punya komponen dan kinerja yang berbeda-beda. Sehingga, bagi yang ingin menekuni dunia teknisi khususnya kelistrikan, penting untuk memahaminya. Agar lebih jelas tentangnya, maka berikut disajikan uraian detailnya Pengertian Alat Ukur ElektrikJenis Alat Ukur ElektrikVoltmeter – Pengukur TeganganAmpere Meter – Pengukur ArusFrekuensi Meter – Pencatat FrekuensiMultimeter – Tegangan Listrik, Resistansi, Arus ListrikWatt Meter – Penghitung DayaOhm Meter – Penilai HambatanMegger – Penghitung Nilai IsolasiTermometer – Penentu Skala SuhuTang Ampere – Penghitung TeganganManifold – Pengukur Jumlah UdaraOscilloscope – Penampil Visual DigitalFungsi Alat Ukur Elektrik Pengertian Alat Ukur Elektrik Hal pertama yang wajib dipahami oleh seseorang saat hendak mengenali sesuatu adalah definisinya. Termasuk pada saat ingin mengenal lebih jauh tentang perangkat ukur elektrik, yang semestinya diawali dari pengertian. Lantaran hal tersebut akan memberi gambaran umum mengenai benda ini. Secara sederhana, alat ukur elektrik adalah sebuah media untuk melakukan pengukuran tertentu yang berbasis elektrik. Perangkat semacam ini banyak diperlukan oleh teknisi. Baik yang menekuni ranah elektronika, otomotif, atau yang lainnya. Lazimnya, perangkat semacam ini memiliki keunikan komponen yang berbeda satu dengan yang lainnya. Karena pembuatannya sendiri yang didasarkan pada fungsionalitas. Sebagai contoh, yang dipakai untuk pengukuran frekuensi berbeda untuk pengukuran arus listriknya. Selanjutnya, agar lebih mengenal jelas terkait perangkat pengukuran elektrik, maka seseorang penting untuk memahami jenisnya. Berkenaan dengan hal ini, maka terdapat sepuluh alat ukur elektrik yang paling kerap ditemui dan dipergunakan dalam dunia kelistrikan, di antaranya Voltmeter – Pengukur Tegangan Pertama, seorang teknisi wajib untuk paham perangkat ukur elektrik yang bernama Voltmeter. Alasannya karena alat ini adalah salah satu yang paling umum untuk dijumpai. Khususnya bagi yang ingin menekuni bidang elektronika. Hal tersebut menilik pada definisi Volt Meter, yakni sebuah perangkat untuk mengukur tegangan listrik. Perangkat ini berguna membantu teknisi dalam mengukur jumlah tegangan yang masuk dalam sebuah rangkaian elektronika. Sehingga tidak salah jika banyak dipakai di tempat service. Lebih lanjut, perangkat ini punya sejumlah komponen pokok. Masing-masing darinya, punya urgensi yang menentukan kinerja pengukuran tegangan. Yakni yang terdiri dari batas ukur, terminal baik yang positif atau negatif, setup, skala angka penentu, dan jarum penunjuknya. Terkait cara kerjanya, perangkat ini biasa dipakai pada sebuah komponen yang punya potensial berbeda secara paralel. Dengan ketentuan pemasangan harus sejalan dengan kutub Voltmeter. Yaitu yang terdiri dari kutub positif dengan potensi lebih tinggi dan negatif yang lebih rendah. Ampere Meter – Pengukur Arus Jenis perangkat pengukuran berbasis elektrik selanjutnya yang perlu untuk dipahami seorang calon teknisi adalah Ampere Meter. Tidak lain karena perangkat ini kerap dipergunakan untuk memperbaiki kelistrikan. Semisal pada saat melakukan perbaikan di kendaraan. Lebih jelasnya, perangkat ini dipergunakan dalam pengukuran total arus yang berada dalam sebuah rangkaian yang dinyatakan dalam angka-angka. Hal tersebut berguna bagi teknisi dalam mendeteksi kerusakan. Yakni berdasarkan limitasi tertentu yang terdapat pada sebuah komponen kelistrikan. Cara kerjanya yakni dengan meletakkan Amperemeter pada rangkaian seri di sebuah penghantar. Umumnya, teknisi akan menempatkannya di bagian yang paling akhir. Sehingga perangkat dapat bekerja dan menunjukkan nilai yang akurat. Dahulu, terkait penyajian nilai tersebut ditunjukkan dengan jarum, yang dikenal dengan istilah Ampere Meter Analog. Namun berkat adanya kemajuan, maka kini penyajiannya ada yang dituliskan di layar monitor. Inilah yang dikenal dengan Ampere Meter Digital. Frekuensi Meter – Pencatat Frekuensi Pemakaian perangkat berbasis elektrik ini kerap disandingkan dengan perangkat sebelumnya, yakni Voltmeter, maupun pengukur arus Ampere Meter. Lantaran, umumnya untuk melakukan penjagaan umur beban, maka diperlukan penghitungan tepat terkait tegangan, nilai arus, serta jumlah frekuensinya, selayaknya pada motor 3 Fasa. Namun demikian, perlu untuk dipahami bahwa perangkat ini tidak bekerja untuk semua jenis arus listrik. Melainkan hanya pada arus yang berjenis AC saja. Penyebabnya tidak lain karena pada arus yang berjenis DC tidak ditemukan penghitungan yang menunjukkan frekuensi. Lebih jelas tentang frekuensi, maka bisa perhatikan seksama pada arus AC. Biasanya, akan ada semacam kedipan-kedipan pada arusnya yang berlangsung cepat dalam hitungan detik. Hal itulah yang tidak ada pada arus DC. Multimeter – Tegangan Listrik, Resistansi, Arus Listrik Multimeter adalah sebuah alat yang biasa digunakan dalam dunia elektronika untuk mengetahui jumlah tegangan listrik, arus listrik dan hambatan listrik. Alat ini lebih sering digunakan karena penggunaannya sangat mudah, selain itu hasilnya pun lebih akurat. Pada dasarnya multimeter dibagi menjadi 2 jenis, yakni multimeter analog dan multimeter digital. Sebenarnya penggunaan kedua jenis multimeter tersebut sama saja, yang membedakan adalah cara membacanya. Kalo yang multimeter analog melihat hasil pengukuran dengan melihat posisi jarum menunjukkan angka berapa, lalu multimeter digital hasil pengukurannya langsung terlihat di layar display sehingga lebih gampang penggunaannya. Watt Meter – Penghitung Daya Barangkali, dibandingkan dengan yang lain, perangkat ini harusnya yang paling mudah untuk dikenali. Lantaran penggunaannya sendiri yang tidak asing. Yakni yang banyak dipakai oleh petugas PLN saat memeriksa listrik di rumah. Secara sederhana, Watt Meter sendiri dapat dimengerti sebagai perangkat pengukuran nilai daya yang ada pada suatu rumah. Ukuran yang dipakai menggunakan satuan Watt. Itu didapat dari perkalian antara tingkat arus beban serta tegangan pada sumber yang dipergunakan. Pada kelazimannya, satuan Watt tersebut juga diperlukan sebagai pertimbangan dalam pembelian perangkat elektronik. Pasalnya hal tersebut akan menentukan jumlah daya yang diperlukan saat pemakaian perangkatnya. Otomatis berkaitan pula dengan biaya yang harus dibebankan. Baca Juga 5 Jenis Transistor Berdasarkan Kategori dan Fungsinya Lengkap Ohm Meter – Penilai Hambatan Selanjutnya, calon teknisi perlu juga untuk mengenal alat ukur elektrik bernama Ohm Meter. Perangkat ini biasa ditemukan bersamaan dengan Amperemeter dan Voltmeter dalam sebuah rangkaian yang dinamai Multimeter. Kegunaannya untuk mengukur nilai hambatan. Saat ini, ada pelbagai macam Ohm Meter yang dipergunakan oleh para teknisi. Masing-masing darinya punya mekanisme kerja yang berbeda. Yakni yang terdiri atas tipe Multi Range Ohmmeter, Seri, dan Shunt. Namun demikian, meski berbeda, pada dasarnya Ohm Meter punya peruntukan yang sama. Yaitu untuk menemukan indikasi tersambung atau terlepasnya rangkaian yang terdapat pada perangkat. Hal ini nantinya diketahui dari nilai yang dinyatakan dalam satuan Ohm. Megger – Penghitung Nilai Isolasi Keenam, ada alat bernama Megger yang meski jarang dikenali, punya urgensi yang tinggi. Pasalnya, alat ini berguna untuk mengukur tingkat isolasi yang dipakai dalam rangkaian. Tanpa keberadaannya, maka listrik bertegangan tinggi dapat membahayakan. Seperti yang dipahami, rangkaian listrik perlu dibungkus dengan zat-zat tertentu yang bersifat menghambat penyebaran. Semisal karet atau plastik yang membungkus pada sebuah kabel. Nah, fungsi dari alat ini adalah menguji ketahanan isolator tersebut. Berkat pengukuran ketahanan yang akurat, maka teknisi dapat menentukan jenis material isolasi yang tepat. Sehingga rangkaian listrik akan mengalir dengan baik di tempatnya. Lebih dari itu, akan memberikan keamanan bagi siapapun yang berada di dekatnya agar tidak mengalami sengatan. Termometer – Penentu Skala Suhu Seperti yang dapat diketahui dari penyebutannya, termo yang berartikan suhu, alat ini memang berguna untuk pengukuran suhu. Jenisnya ada banyak sekali. Mulai dari yang dipakai untuk pengukuran suhu ruang, sampai dengan yang difungsikan untuk mengukur suhu badan. Lalu mengapa alat ini dikelompokkan sebagai alat ukur elektrik? Apa urgensinya pada sebuah perangkat elektronika sehingga perlu dipahami oleh para teknisi? Benarkah ada hubungan di antara Termometer ini dengan alat elektronik yang digunakan? Perlu untuk dipahami, bahwa tidak jarang alat elektronik pun perlu pengukuran suhu ideal. Khususnya pada alat-alat yang berkaitan dengan pengaturan suhu. Semisal pada lemari es, freezer, atau yang lainnya. Lebih dari itu, alat ini terkadang juga diperlukan pada saat penentuan penempatan alat elektronik di sebuah ruangan. Lantaran, jika tidak ditempatkan di ruangan bersuhu tepat, kadang bisa menyebabkan pelbagai kerusakan. Semisal menjadikan alat overheating atau bahkan yang lebih parah dampaknya. Tang Ampere – Penghitung Tegangan Apabila membaca sekilas tentang nama perangkat ini, maka sedikit sulit untuk dikenali. Namun jika menilik pada fungsionalnya, maka sebenarnya sama saja dengan Ampere Meter. Yakni sebuah perangkat yang dibutuhkan untuk pengukuran kekuatan arus yang mengaliri rangkaian tertentu. Hanya saja, jika merujuk pada bentuk fisiknya, Tang Ampere ini cenderung lebih kecil. Sehingga terkesan lebih efisien dalam banyak hal. Mulai dari penggunaan hingga terkait fleksibilitasnya saat harus dipergunakan. Berdasarkan hal tersebut, maka tidak salah jika Tang Ampere banyak disukai oleh para teknisi. Lantaran dapat membantu proses pengecekan arus rangkaian secara lebih cepat, fleksibel, dan mekanisme yang lebih instan. Manifold – Pengukur Jumlah Udara Adanya Manifold memang tidak secara intens berkaitan dengan teknis elektronik. Akan tetapi, alat ini memiliki manfaat dalam reparasi aneka perangkat elektronik. Khususnya yang berhubungan dengan pengukuran tekanan udara yang ada pada perangkat tersebut. Sebagai contohnya, Manifold ini umum dipakai teknisi dalam mengukur udara pada komponen kulkas. Tujuannya untuk mengidentifikasi optimal atau tidaknya saluran udara yang ada. Lebih dari itu, juga berguna saat pengisian freon dijalankan, dan lain sebagainya. Oscilloscope – Penampil Visual Digital Terakhir, alat ukur elektrik yang dapat dikatakan super canggih adalah Oscilloscope. Pada prinsipnya, alat ini akan membuat proyeksi dari listrik yang ada pada sebuah perangkat ke dalam sinyal digital. Sehingga pengukuran yang dilakukan dapat teridentifikasi secara akurat. Semisal digunakan teknisi untuk melakukan pengukuran mendasar. Mulai dari meneliti gejala periodic pada sebuah rangkaian, sampai dengan menghitung beda antara input dengan outputnya. Selain itu juga mempunyai guna dalam pengukuran amplitudo pada generator. Mekanisme kerjanya yang modern tersebut membuat alat ini banyak diidamkan. Selain karena kemudahan dan kepraktisannya, juga punya hasil yang akurat. Sehingga teknisi akan minim kesalahan saat memanfaatkannya. Fungsi Alat Ukur Elektrik Merujuk pada sejumlah penjelasan mengenai jenis alat ukur elektrik yang telah dijabarkan pada uraian di atas, maka dapat diketahui sejumlah fungsionalitasnya. Khususnya yang berkaitan dengan urgensi, di antaranya Pengukur tegangan. Hal ini berkaitan dengan tingkat tinggi atau rendahnya tegangan pada sebuah rangkaian yang berkenaan dengan kebutuhan daya dan juga faktor keselamatan nilai arus. Secara khusus, hal ini berkaitan dengan total arus yang tersedia dalam sebuah rangkaian elektronika frekuensi pada arus AC. Adanya pencatatan frekuensi, dapat menjadi indikasi sebuah perangkat bekerja dengan baik atau tidak, khususnya untuk yang punya arus nilai hambatan. Fungsi ini berkaitan dengan peran alat elektrik sebagai sarana yang mengidentifikasi tersambung atau tidaknya rangkaian satu dengan estimasi daya. Penghitungan tepat mengenai aspek berguna untuk menentukan tingkat estimasi biaya yang diperlukan pasca pemakaian sebuah perangkat skala suhu. Ini diperlukan bagi teknisi untuk pemetaan tempat penyimpanan perangkat elektronika. Selain itu, masih banyak lagi fungsi praktis lainnya yang disesuaikan dengan jenis perangkat dan peruntukannya. Nah, itulah tadi sejumlah informasi yang dapat diberikan terkait definisi alat ukur elektrik beserta jenis sekalian fungsinya. Mengingat keberadaan perangkat semacam ini sangat penting, maka sangat perlu untuk dipelajari. Khususnya bagi yang menekuni bidang kelistrikan. Ketahui Juga 10 Jenis Panel Listrik Beserta Fungsi dan Harganya