Jawaban Boleh baginya tayammum jika memang tidak bisa mandi atau tidak mungkin wudhu. (Diterjemahkan dan takhrij oleh Farid Nu’man Hasan dari kitab Minhajul Muslim, Hal. 141-143, karya Syaikh Abu Bakar bin Jabir Al Jazairi. Cet. 4. 1433H-2012M. Maktabah Al ‘Ulum wal Hikam. Madinah) Pada pembahasan ini ada empat materi. Disyariatkannya
Adajuga yang menyebutnya Shalat Sunat Wudlu. Sedang Rasulullah sendiri atau sahabat Bilal tidak memberi nama apa-apa. Shalat Syukur Wudlu atau Sunat Wudlu ini hanya dua rakaat, di-kerjakan di rumah masing-masing atau di mana pun. Tidak harus dikerjakan bersama Shalat Tahiyatul Masjid di hari Jumat. 9. Shalat Daim dan Prakteknya
ByIrmaiba 04.19.00 Rangkuman Kajian No comments. Rangkuman kajian jamiyah Selasa, 6 November 2018 Oleh : Ust. Ibnu Subhan Al Habib Tema : Fiqih ( Tayamum) 1. Secara bahasa, tayamum artinya menyengaja 2. Syarat2 diperbolehkan tayamum : a. Tidak menemukan air ( dengan syarat harus berusaha dulu untuk mencari air) b.
MATERIILMU TAUHID LENGKAP. Materi Ilmu Tauhid Lengkap sangat penting untuk dibahas. Mengingat pentingnya tauhid dan bagaimana cara menerapkan tauhid dengan benar. Oleh karena itu kami berusaha menyajikan penjelasan tentang materi ini dengan ringkas pada poin pembahasan yang lengkap insyaAllah, agar mudah dipahami pembaca dari semua
Adapundebu yang bisa digunakan untuk tayamum adalah debu suci dan halus (sekiranya diusapkan ke kulit bisa menempel). Sedangkan rukun-rukunnya : (1) niat melakukan tayamum, (2) mengusap wajah dengan debu, (3) mengusap kedua tangan sampai siku. Ketiga langkah tersebut harus dilakukan secara berurutan dan tidak terpisah-pisah dlm waktu yang lama
TataCara Bersuci (Thaharah) dari Hadas. Tata cara thaharah dari hadas meliputi mandi wajib, wudhu, dan tayamun. Adapun sarana yang dapat digunakan untuk thaharah, yakni air, debu, dan batu. Pada umumnya, orang bersuci menggunakan air. Adapun air yang bisa dipakai untuk bersuci adalah air suci sekaligus menyucikan.
Tayamummerupakan bentuk thoharoh sebagai pengganti wudhu dan mandi. Secara Bahasa, tayamum dapat diartikan sebagai al qoshdu yang mana artinya adalah berniat atau bermaksud. Terdapat ayat Al-Qur’an yang menjelaskan makna terkait penjelasan di atas. Dalil mengenai diwajibkannya tayamum menggunakan sho’id bisa ditemukan pada ayat Al
Untukmengetahui pengertian wudhu dan dalil-dalil berwdhu. 2. Untuk mengetahui syarat-syarat dan eukun wudhu. 3. Untuk mengetahui sunnah-sunnah wudhu dan hal-hal yang membatalkan wudhu. 4. Untuk mengetahui hal yang diwajibkannya Wudhu dan disunahkannya Wudhu. BAB II PEMBAHASAN A. PENGERTIAN WUDHU DAN DALIL BERWUDHU
Kartu3D Shalat Dan Wudhu +Tayamum/Bonus Kartu Bacaan Doa Sehari-hari di Tokopedia ∙ Promo Pengguna Baru ∙ Cicilan 0% ∙ Kurir Instan. Tentang Tokopedia Mitra Tokopedia Mulai Berjualan Promo Tokopedia Care. Kategori. Masuk Daftar. jaket pria case iphone 12 redmi note 9 ps 2 ursa baby lampu hias. Home;
Syaikh‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz –mufti Kerajaan Saudi Arabia di masa silam- diajukan pertanyaan: Aku berpuasa Hadast Daa-im adalah keadaan berhadats yang terus-menerus atau sulit dihindari Seperti tayamum sebagai pengganti wudhu. Dan jika tidak ada badalnya, maka gugur tanggung jawab itu. Sementara suci dari haid
9VGy. Sholat adalah ibadah yang wajib dilaksanakan oleh seluruh umat muslim. Namun sebelum melakukannya, umat islam diwajibkan berwudhu untuk bersuci dan membersihkan diri. Namun ada kalanya umat muslim menghadapi beberapa kendala seperti tidak bisa menemukan sumber air, sakit. atau sedang dalam perjalanan jauh. Jika memang demikian, maka mereka diperbolehkan untuk mengganti wudhu dengan tayamum. Secara istilah, tayamum artinya mengusap wajah dan kedua tangan dengan tanah atau debu sebagai pengganti wudhu dengan tata cara tertentu. Lantas, bagaimana tata cara melakukan tayamum yang benar? Bila Anda ingin mengetahuinya, simak informasinya di bawah ini. Syarat-syarat Tayamum Untuk dapat melakukan tayamum, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, agar tayamum Anda diianggap sah sebagai pengganti air wudhu. Dikutip dari laman berikut ini syarat-syarat tayamum. Tata Cara Tayamum iStock Diperbolehkan melakukan tayamum jika benar-benar tidak ada air. Ketiadaan air ini harus dipastikan dan harus mengusahakannya sampai dapat. Jika sudah mengusahakannya namun tetap tidak dapat, maka boleh melakukan tayamum. Tayamum boleh dilakukan bagi orang yang sedang sakit. Namun hal ini harus ada persyaratan juga dari dokter. Jika dengan menyentuh air dapat mengakibatkan penyakitnya semakin parah maka boleh melakukan tayamum. Saat Anda berada di daerah yang memiliki suhu air sangat dingin bahkan sampai membeku, tentunya berwudhu akan sangat sulit untuk dilakukan. Dengan demikian Anda diperbolehkan untuk tayamum. Air yang tidak terjangkau. Artinya air yang dibutuhkan untuk berwudhu ada, namun ada risiko besar ketika ingin mengambil air tersebut. Misalnya risikonya berupa harta maupun nyawa. Dengan demikian Anda diperbolehkan untuk tayamum. Jika Anda memiliki persediaan air yang sedikit maka wudhu boleh digantikan dengan tayamum. Misalnya air tersebut adalah persediaan untuk minum. Oleh karena itu boleh mendahulukan untuk keperluan minum daripada berwudhu. Sudah masuknya waktu shalat. Ketika waktu salat sudah masuk bahkan mepet dengan waktu salat yang lain serta Anda kekurangan air maka diperbolehkan untuk melakukan tayamum. Ketika sedang dalam perjalanan yang sulit untuk menemukan air, Anda dapat mengganti wudhu dengan tayamum. Misalnya saat sedang berada di pesawat dan kereta. Tayamum diperbolehkan, namun juga harus memperhatikan kebersihan debu dan tanah yang Anda gunakan. Jangan sampai ada najis pada debu dan tanah tersebut. Tata Cara Tayamum Dikutip dari kitab Bidayatul Hidayah karya Imam Al-Gahzali, berikut ini urutan atau tata cara tayamum yang bisa Anda ikuti. Tata Cara Tayamum Konten Jateng Siapkan tanah berdebu atau debu yang bersih. Ulama memperbolehkan menggunakan debu yang berada di tembok, kaca, atau tempat lain yang dirasa bersih; Disunnahkan menghadap kiblat, lalu letakkan kedua telapak tangan pada debu, dengan posisi jari-jari kedua telapak tangan dirapatkan; Dalam keadaan tangan masih diletakan di tembok atau debu, lalu ucapkan basmallah dan niat seperti berikut. Niat Tayamum نَوَيْتُ التَّيَمُّمَ لِاسْتِبَاحَةِ الصَّلَاةِ للهِ تَعَال Nawaytu tayammuma li istibaakhati sholati lillahi ta'ala. Artinya, "Aku berniat tayamum agar diperbolehkan sholat karena Allah." Niat di atas apabila ingin mengerjakan sholat. Lain jika ingin melakukan ibadah lain, seperti membaca Al-Qur'an atau lainnya. Maka niatnya diganti sesuai dengan tujuan bersuci. Kemudian, usapkan kedua telapak tangan pada seluruh wajah. Berbeda dengan wudhu, dalam tayamum tidak diharuskan untuk mengusapkan debu pada bagian-bagian yang ada di bawah rambut atau bulu wajah, baik yang tipis maupun yang tebal. Dianjurkan untuk berusaha meratakan debu pada seluruh bagian wajah. Cukup lakukan satu kali dengan menyentuh debu karena pada dasarnya lebar wajah tidak melebihi lebar dua telapak tangan sehingga meratakan debu di wajah, cukup mengandalkan dugaan yang kuat ghalibuzhan. Selanjutnya bagian tangan, sementara lepaskan cincin bila ada di jari, dan letakkan kembali telapak tangan pada debu, kali ini jari tangan direnggangkan. Lalu tengadahkan kedua telapak tangan, dengan posisi telapak tangan kanan di atas tangan kiri. Rapatkan jari-jari tangan, dan usahakan ujung jari kanan tidak keluar dari telunjuk jari kiri, atau telunjuk kanan bertemu dengan telunjuk kiri. Telapak tangan kiri mengusap lengan kanan hingga ke siku. Kemudian, tangan kanan diputar untuk diusapkan juga sisi lengan kanan yang lain, dan telapak tangan mengusap dari siku hingga dipertemukan kembali jempol kiri mengusap jempol kanan. Lakukan hal yang sama pada tangan kiri seperti tadi. Pertemukan kedua telapak tangan dan usap-usapkan di antara jari-jarinya. Setelah tayamum, dianjurkan juga oleh sebagian ulama untuk membaca doa bersuci, seperti halnya doa berikut ini. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِيْنَ، وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ وَاجْعَلْنِي مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ سُبْحَانَكَ اَللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ Asyhadu an laa Ilaaha illalloh wahdahu laa syariika lahu. Wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuuluhu. Allahummaj'alni minat tawwaabiina, waj'alni minal mutatohhirina, waj'alni min 'ibaadikas sholihiina. Subhanaka allahumma wa bihamdika astagfiruka wa atuubu ilaika. Artinya, "Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku sebagai orang-orang yang bertaubat, jadikanlah aku sebagai orang-orang yang bersuci, dan jadikanlah aku sebagai hamba-hamba-Mu yang saleh. Maha Suci Engkau, ya Allah. Dengan kebaikan-Mu, aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Engkau. Dan dengan kebaikan-Mu, aku memohon ampunan dan bertaubat pada-Mu."
Sobat Guru Penyemangat, mungkinkah kamu punya banyak pertanyaan tentang bab thaharah dan sedang mencari jawabannya untuk keperluan pembelajaran?Jika iya, alhamdulillah, ya, karena Sobat Guru Penyemangat sudah sampai di blog telah menyiapkan kumpulan pertanyaan seputar pertanyaan tentang thaharah alias bersuci berikut lengkap dengan jawaban, dalil, serta pengertian secara bahasa dan mari disimak saja yaPengertian Thaharah Menurut Bahasa dan IstilahDear Sobat Guru Penyemangat, kata thaharah berasal dari Bahasa Arab yang berarti bersih atau suci. Asal katanya ialah pengertian thaharah menurut istilah yaitu membersihkan diri, pakaian, hingga tempat dari najis maupun hadas sehingga seseorang diperbolehkan melaksanakan dari najis dilakukan ketika ada kotoran yang menempel di anggota tubuh, pakaian, hingga tempat dari hadas kecil dilakukan dengan cara berwudhu. Sedangkan bersuci dari hadas besar dikerjakan dengan cara mandi wajib. Bila tidak ada air, maka kita diperbolehkan untuk dari sini Sobat bisa memahami bahwa hukum bersuci adalah wajib, karena menjadi syarat sahnya ibadah, terutama Dalil Tentang ThaharahDalil Al-Quran tentang thaharah utamanya ialah dalam Surah Al-Baqarah ayat 222. Di dalam ayat tersebut diterangkan bahwa Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang mensucikan thaharah dalam ayat tersebut terkandung dalam lafaz “Mutatohhirin” yang artinya orang-orang yang membersihkan ayatnya… إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٰبِينَ وَيُحِبُّ ٱلۡمُتَطَهِّرِينَ [البقرة222]Bacaan Latin Innallaaha yuhibbut tawwabiina wa yuhibbul Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. [Al Baqarah222]Untuk ketentuan berikutnya, Allah menerangkan perintah tentang thaharah secara lengkap dalam Al-Quran Surah Al-Maidah ayat ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا قُمۡتُمۡ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغۡسِلُواْ وُجُوهَكُمۡ وَأَيۡدِيَكُمۡ إِلَى ٱلۡمَرَافِقِ وَٱمۡسَحُواْ بِرُءُوسِكُمۡ وَأَرۡجُلَكُمۡ إِلَى ٱلۡكَعۡبَيۡنِۚ وَإِن كُنتُمۡ جُنُبٗا فَٱطَّهَّرُواْۚ وَإِن كُنتُم مَّرۡضَىٰٓ أَوۡ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوۡ جَآءَ أَحَدٞ مِّنكُم مِّنَ ٱلۡغَآئِطِ أَوۡ لَٰمَسۡتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمۡ تَجِدُواْ مَآءٗ فَتَيَمَّمُواْ صَعِيدٗا طَيِّبٗا فَٱمۡسَحُواْ بِوُجُوهِكُمۡ وَأَيۡدِيكُم مِّنۡهُۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجۡعَلَ عَلَيۡكُم مِّنۡ حَرَجٖ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمۡ وَلِيُتِمَّ نِعۡمَتَهُۥ عَلَيۡكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ [ المائدة6]ArtinyaHai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan basuh kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air kakus atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik bersih; sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur. [Al Ma"idah6]Untuk Bacaan Latin QS Al-Maidah Ayat 6 bisa disimak pada artikel Bacaan Surat Al-Maidah Ayat 6 Latin dan Artinya, Lengkap dengan Asbabun NuzulDi sana diterangkan secara detail tentang cara bersuci yaitu dengan wudhu, tayamum, dan mandi wajib beserta rukun-rukun maupun penegasan thaharah sebagai syarat sahnya untuk hadis yang menerangkan tentang perintah thaharah sejatinya ada sangat banyak dan juga detail. Namun di sini Guru Penyemangat akan menyajikan 1 contoh hadis shahih tentang wudhu sebagai syarat sahnya تُقْبَلُ صَلَاةُ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَArtinya Allah tidak menerima shalat seorang yang berhadas sampia ia berwudhu HR Bukhari dan Muslim.22 Pertanyaan Tentang Thaharah Beserta Jawabannya1. Thaharah mengajarkan kepada kita agar selalu hidup?JawabanHidup Apa saja jenis-jenis thaharah?JawabanThaharah secara umum terbagi menjadi dua yaitu thaharah maknawiyah dan thaharah maknawiyah berarti mensucikan/membersihkan diri dari segala penyakit hati seperti iri, dengki, sombong, dan segala hal yang termasuk ke dalam kotoran membersihkan penyakit hati alias kotoran batin ialah dengan melakukan taubat thaharah hissiyah artinya membersihkan bagian tubuh dari najis maupun terbagi menjadi tiga yaitu najis ringan mukhafafah, najis sedang mutawassita’, dan najis berat mughaladzah.Sedangkan hadas terbagi dua yaitu hadas kecil dan hadas Sebutkan tiga cara thaharah!JawabanAda tiga cara dalam bersuci yaitu mandi wajib, wudhu dan tayamum. Mandi wajib adalah cara bersuci dari hadas besar, wudhu adalah cara bersuci dari hadas kecil, dan tayamum adalah bersuci menggunakan debu yang suci bila tidak ada Apa fungsi dan manfaat bersuci atau thaharah?JawabanAda banyak sekali fungsi dan manfaat bersuci atau thaharah dalam kehidupan sehari-hari, di antaranyaBersih dari najis dan hadasMembiasakan diri hidup bersihSebagai syarat sahnya sholatMemelihara kesehatan jasmani dan rohaniMenghindarkan diri dari penyakitDicintai Allah, karena Allah menyukai orang-orang yang senantiasa membersihkan Sebutkan hikmah thaharah!JawabanAda banyak hikmah thaharah, di antaranyaMenjunjung tinggi fitrah manusia, karena dalam agama Islam manusia memiliki kecenderungan untuk hidup kesehatan jasmani dan rohani. Tidak hanya badan saja yang dibersihkan, namun dengan menjaga diri dari wudhu kita bisa menjauhkan diri dari penyakit rohani seperti marah dan emosi yang kemuliaan seorang muslim. Sejatinya manusia adalah makhluk mulia, terutama ketika mereka bisa memanfaatkan dengan baik akal, pikiran, dan nafsu yang telah Allah menghadap Allah dalam keadaan yang Seperti apa pembagian air dalam thaharah?JawabanAda 4 jenis air dalam thaharah, yaituAir mutlak, yaitu air yang suci dan mensucikan sehingga bisa digunakan untuk bersuci. Contohnya seperti air laut, air sungai, air sumur, air hujan, air danau, air embun, hingga air dari sumber mata musyammas, yaitu air yang mensucikan tapi makruh untuk thaharah. Contohnya seperti air panas, air yang berada pada wadah selain emas dan mustakmal, yaitu air sisa yang mengenai badan manusia sebagai bekas dari wudhu maupun mandi wajib. Air ini suci namun tidak mensucikan sehingga tidak bisa digunakan untuk thaharah. Contoh lain untuk air yang suci namun tidak mensucikan misalnya air kelapa, air teh, air susu, kopi, dan mutanajis, yaitu air yang sudah bercampur dengan najis dengan takaran dua qullah atau lebih. Jumlah air dalam dua qullah yaitu sebanyak 216 liter. Bila air bercampur dengan najis dengan takaran kurang dari dua qullah, dua qullah, atau lebih dari dua qullah namun berubah warna, rasa, dan bau, maka air tersebut tidak bisa digunakan untuk Terangkan tata cara thaharah dari hadas!JawabanCara thaharah dari hadas kecil ialah dengan berwudhu, atau tayamum bila tidak memperoleh air. Sedangkan cara thaharah dari hadas besar ialah dengan mandi Baca Download Slide PowerPoint Materi Thaharah, Najis dan Hadas8. Terangkan tata cara thaharah dari najis!JawabanMembersihkan najis ringan bisa dilakukan dengan memercikkan air ke tempat/badan yang terkena najis sedang dilakukan dengan cara mencucinya dengan air hingga hilang bau maupun warna dari najis najis berat dilakukan dengan cara mencuci bagian yang terkena najis sebanyak 7 kali dan salah satu di antaranya menggunakan tanah yang Thaharah memiliki kedudukan penting dalam islam karena?JawabanKarena thaharah adalah syarat sahnya sholat. Tidak diterima sholat seorang muslim bila dia tidak Melakukan thaharah dengan benar berarti kita berusaha untuk?JawabanMelakukan thaharah dengan benar sesuai dengan syariat adalah wujud dari upaya kita untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah Bagaimana cara thaharah bagi orang sakit?JawabanSebisa mungkin bersuci menggunakan air terlebih dahulu meskipun ia sakit. Namun jikalau mudharat/akibat menggunakan air dalam bersuci lebih berat akibatnya, maka diperbolehkan Sebutkan macam-acam alat thaharah!JawabanAlat yang bisa digunakan untuk thaharah adalah air, debu, dan batu. Adapun untuk istinja’, bila tidak ada batu bisa menggunakan tisu, dengan syarat tisunya bersih dari Cara thaharah yang paling tepat untuk perempuan yang sudah berakhir bersih dari haid nya adalah dengan?JawabanMandi wajib alias mandi junub, karena haid termasuk hadas Mencuci pakaian badan dan tempat shalat dari najis disebut thaharah?JawabanThaharah Apa persamaan dan perbedaan membersihkan dan bersuci?JawabanPersamaan membersihkan dan bersuci ialah sama-sama menghilangkan kotoran dari badan, maupun dari tempat dan lingkungan yang seharusnya perbedaannya, makna bersuci lebih luas karena yang harus dibersikan saat bersuci ialah jasmani, rohani, hingga tempat Batu yang dipersyaratkan untuk bersuci adalah?JawabanMenyiapkan 3 buah batu, batu digunakan untuk membersihkan tempat keluarnya najis, najis tidak kering, najis tidak berpindah, tempat istinja tidak terkena benda lain, najis tidak terkena air, batu adalah batu yang Mengapa air mutanajis tidak dapat digunakan untuk bersuci?JawabanKarena air mutanajis sudah berubah zatnya, baunya, warnanya setelah bercampur Mengapa air kopi tidak dapat digunakan untuk bersuci?JawabanAir kopi termasuk air yang suci namun tidak bisa mensucikan karena sudah bercampur dengan kopi, gula, serta zat Mengapa kita harus bersuci setelah buang air kecil dan besar?JawabanKarena buang air kecil dan buang air besar termasuk hadas kecil. Hadas kecil harus dibersihkan dengan cara berwudhu. Bila tidak ada air, maka diperbolehkan Bagaimana menentukan cara bersuci dari najis dan hadas?JawabanBersuci dari najis dilakukan ketika ada kotoran yang datang dari luar tubuh kita. Sedangkan bersuci dari hadas dilakukan ketika ada kotoran atau segala sesuatu yang keluar dari tubuh Bagaimana cara menggunakan tisu untuk bersuci?JawabanTisu harus bersih, tidak bercampur dengan najis, tidak mengandung coretan, dan bukan tisu bekas. Untuk beristinja’, gunakan tisu sebanyak minimal 3 kali hingga bersih dan tidak Bersuci menggunakan air thahir muthahir disebut?JawabanAir thahir muthahir adalah air mutlak. Dengan demikian, bersuci dengan menggunakan air mutlak di sini bisa berarti bersuci dari najis maupun hadas.***Nah, demikianlah tadi sajian lengkap Guru Penyemangat tentang kumpulan pertanyaan dan jawaban seputar bermanfaat,
Pertanyaan 1 Q Niat ketika mandi wajib itu dilakukan sebelum masuk kamar mandi atau di salam kamar mandi ketika air mau dibasuhkan? A Ketika pertama kali membasuh anggota badan. Pertanyaan 2 Q Imam rofi’i sama imam nawawi itu mazhab yang selain 4 yang kita bahas ya cak? A Keduanya bermazhab Syafi’i. Pertanyaan 3 Q Kalau mandi wajib dengan air hangat itu boleh ga ya cak? A Boleh. Pertanyaan 4 Q Kalau masuk ke dalam masjid ketika haid apakah dilarang oleh ke 4 mazhab? A Iya, tapi ada sebagian ulama’ hambali yang membolehkan. Pertanyaan 5 Q Kalo rukun tayamum tartib itu contohnya gimana cak? A Pertama niat kemudian mengusap wajah lalu kedua tangan, tidak boleh dibolak balik. Tartib=tertib berurutan. Pertanyaan 6 Q Jadi tayamum itu cuma sampe tangan aja ya? Maksudnya kayak anggota badan lain kayak wudlu gitu gak usah? A Iya betul cuman niat mengusap wajah dan kedua tangan. Pertanyaan 7 Q Misalkan kita sedang haid, kemudian tidur siang, ternyata ketika bangun jam ashar haidnya sudah berhenti. Saya pernah dengar katanya harus meng qodho sholat dzuhurnya juga ya? Karena bisa jadi haidnya terhenti ketika kita tertidur di jam dzuhur? A Iya betul sebab jika haid berhenti pada waktu sholat yang bisa dijama’ seperti ashar dan isya’ maka sholat yang awal juga di qodlo’. Q Kalau berhentinya di dzuhur, berarti ga perlu qodho subuhnya kan? A Iya sebab dalam sholat jama’, sholat subuh tidak termasuk. Pertanyaan 8 Q Kalau mandi biasa yang membedakan dengan mandi wajib itu berarti hanya niat dan wajib membasahi rambut saja ya? A Ya cuman niat kalo mandi besar kan memang harus seluruh tubuh mulai pucuk rambut sampai pucuk kuku. Pertanyaan 9 Q Kalau sudah mandi wajib apa harus berwudhu lagi kalau mau langsung sholat? A Jika setelah mandi tidak menyentuh bagian badan yang membatalkan wudlu’ seperti farji kemaluan Pertanyaan 10 Q Maaf jangan ketawa, tapi mandi wajib dan mandi junub itu sama kan artinya? 🙈🙈😳 A Mandi junub itu mandi wajib, nah mandi wajib itu umumnya. Mandi junub kalo habis junub, Mandi haidl kalo habis haidl, Mandi wiladah klo habis lahiran, semuanya contoh mandi wajib. Q Kalau habis berhubungan suami istri namanya mandi apa? A Mandi junub/ jinabat. Q Kalau lagi dalam keadaan gak bisa mandi wajib terus gimana cak? Misalnya air habis atau mati lampu? A Diniati “lirof’il hadatsil akbari” gapapa jadi mandi wajib secara umum saja, atau niat khusus misal “untuk mandi jinabat” juga gapapa. Jika orang sedang junub, habis haid/nifas kemudian niat mandinya menghilangkan hadas besar ,semuanya bisa suci. Jika niat menghilangkan hadas junub itu juga boleh. Jika tidak ada air lalu mencari air sampai sebatas mata memandang tempat datar dan mata normal maka boleh melaksanakan tayamum. Kalau sudah menemukan air maka tayammumnya harus diulangi lagi dengan mandi besar. Pertanyaan 11 Q Niatnya pake bahasa indoensia boleh kan mbak risya? A Boleh, niatkan dalam hati. Pertanyaan 12 Q Cak mandinya harus jongkok ya…untuk memastikan airnya rata ? A Iya dan harus sedikit mengejan karena dubur bagian dalam juga harus terkena air. Q Telinga harus dimasukin air ya cak? Hidungnya juga ya? A Tidak, cuma daun telinga dalam dan luar hidung bagian luar. Pertanyaan 11 Q Kalau pake sabun itu wajib apa gak sih cak? A Enggak cuman airnya harus merata. Pertanyaan 12 Q Cak bener ga sih kalau anak bayi yang baru lahir itu harus disucikan pake air mengalir ga boleh pake air hangat karena tidak suci mensucikan? Katanya kalau ga gitu nanti orang tuanya yang kudu memperbaharui wudhunya setiap megang anaknya karena sebelum mandi wajib itu anaknya masih ada najisnya dari darah sehabis persalinan? A Gapapa pake air hangat. Kayaknya perlu diluruskan harus mandi wajib itu ibunya yang melahirkan mandi wiladah. Terus, anaknya yang kena darah ketika melahirkan itu disucikan, biar bersih suci. Juga, najis darah tidak membatalkan wudlu….coba deh diliat lagi di materi wudlu lintas mazhab hal yang membatalkan wudlu. Lagi, Kalo habis melahirkan terus nifas berarti kita ga boleh mandi wiladah. Mandinya nunggu nifas selesai. Semua wanita mengalami nifas kecuali Fatimah Az-Zahra, putri nabi Muhammad SAW. Pertanyaan 13 Q Cak kalau lagi dalam keadaan darurat misalnya di pesawat kan ribet ya kalau mau wudhu, boleh tayamum kan ya? A Iya boleh. Disarikan dari Kulwap Grup Islam Scientist 18 Februari 2016 Narasumber Sirojul Munir